Wawancara dengan Warisah (Ketua Federasi Serikat Perempuan Pekerja Rumahan Bantul)

Sapa Kelompok Dampingan YASANTI 

Wawancara dengan Warisah
(Ketua Federasi Serikat Perempuan Pekerja Rumahan
Bantul)

Menurut saya berorganisasi itu penting dan banyak manfaatnya diantaranya banyak mendapat pengalaman, menambah pengetahuan dan wawasan serta pemerintah lebih mengenal kita. Saya mulai bergabung di organisasi Perempuan Pekerja Rumahan (PPR) –Serikat Kreatif Bunda Wonolelosejak tahun 2008, dulu belum menjadi Serikat, baru Kelompok dan anggotanya masih sedikit. Dengan berorganisasi kita bisa bersama-sama berjuang untuk mendapatkan hak-hak kita sebagai Perempuan Pekerja Rumahan (PPR). Cara kami mengajak teman-teman untuk bergabung di organisasi ini, yaitu kita mendata dan memberi sosialisasi ke teman-teman yang belum bergabung tentang apa itu Perempuan Pekerja Rumahan (PPR), apa hak kita menjadi PPR. Kami memilih bentuk Serikat karena kami semua adalah pekerja dan kalau serikat itu sudah ada Bukti Pencatatan dari Disnakertrans
Bantul.

Yang mendukung Serikat kami adalah keluarga, masyarakat, pemerintah, semua SPPR Bantul dan SPPR kota Yogyakarta, LSM/Jaringan (YASANTI, SP Kinasih, LBH, Serikat PRT, Paguyuban Buruh Gendong, ICM, dll).

Advokasi yang sudah kami lakukan yaitu sowan ke pemerintah desa, Disnakertrans Bantul, BLK Bantul, Bappeda Bantul, Bupati Bantul, DPRD Propinsi, Disnakertrans Provinsi, Dinas Sosial Provinsi, Bappeda Provinsi. Yang terlibat dalam advokasi tersebut adalah kami semua anggota PPR bersama jaringan pendukung yaitu LSM YASANTI, dkk. Proses advokasi yang kami lakukan kami sowan ke Dinas-Dinas terkait untuk mendapatkan
hak-hak kami sebagai PPR diantaranya: mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengakuan dari pemerintah desa, mendapatkan Bukti Pencatatan Serikat dari Disnakertrans Bantul, mendapatkan pelatihan-pelatihan, danmenyerahkan data-data ke pemerintah sebagai bahan pendukung advokasi kami.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

18 − six =