Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal

Hari Senin, 30 November 2020.

JAMPI ‘Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal’  melalukan dialog dengan Tim akademisi dari Fak Hukum UGM (Prof Ari Hermawan) yang bertugas menyusun NA (Nota Akademik) Rancangan Perda Ketenagakerjaan DIY Akademisi.

Dialog ini dihadiri oleh para perempuan pemimpin dari Federasi Perempuan Pekerja Rumahan DIY, Paguyuban Sayuk Rukun Buruh Gendong  DIY, Serikat Pekerja Rumah Tangga (SPRT) DIY, dan YASANTI serta RTND. Dialog yang dilakukan di Fakultas Hukum UGM ini bertujuan untuk membangun perspektif yang sama antara Tim Penyusun NA dan JAMPI terkait isi dari konsep dokumen NA yang akan segera difinalkan oleh Tim penyusun NA pasca melakukan FGD dengan Kelompok Serikat/Pekerja, FGD dengan OPD, dan FGD dengan pemberi kerja /perusahaan. Dokumen NA tersebut kemudian pada tanggal 9 atau 10 desember 2020 akan diserahkan ke Dinas Ketenagakerjaan DIY.

Proses dialog difokuskan pada usulan yang paling prioritas terkait isi NA bagi Pekerja Informal (khususnya PPR, BG, PRT, dan Jamu Gendong) karena tim penyusun mengatakan apabila PERDA diterbitkan tidak semua tuntutan bisa ada dlm perda karena akan banyak usulan dari multistekholder lainnya. Akhirnya  dialog JAMPI dengan Tim Penyusun  NA (Prof Ari) ini menghasilkan dua kesepahaman atau 2 point yg akan dimasukan di dalam dokumen NA yaitu Mengakui keberadaan Pekerja Informal sebagai pekerja dan diberikannya perlindungan kepada pekerja informal. Turunan dari bentuk perlindungan yang diharapkan oleh JAMPI akan dirinci di PERDA sementara NA hanya garis besarnya saja.

Akhir dari dialog  ini JAMPI berkomitmen akan mendesak pemerintah untuk segera menyusun PERDA yang berpihak kepada pekerja informal DIY dan khususnya perempuan. Tugas besar JAMPI yaitu mengawal semuanya berjalan. Terimakasih

Leave a Comment

Your email address will not be published.

8 + twelve =